• July 13, 2022
Bacaan Doa Akhir Tahun Baru Islam yang Perlu Diamalkan

Bacaan Doa Akhir Tahun Baru Islam yang Perlu Diamalkan

Tahun Baru Islam 2022 1 Muharram 1444 Hijriah bertepatan dengan tanggal 30 Juli 2022. Doa akhir tahun baru Islam bisa diamalkan untuk menyambut awal tahun baru Islam.

Suara.com – Tahun baru Islam itu terkait dengan peristiwa penting, yaitu hijrahnya Nabi Muhammad SAW. Lantas, apakah ada doa akhir Tahun Baru Islam yang bisa dipanjatkan ketika pergantian tahun Hijriah 1444 H nanti?

Dikutip dari buku yang berjudul Koreksi Doa & Dzikir antara Sunnah dan Bid’ah karya Bakr bin Abdullah Abu Zaid, tidak ada satupun dalil dan hadits tentang akhir tahun dengan berdoa. Lalu dari mana munculnya anjuran membaca doa akhir Tahun Baru Islam ini? 

Memanjatkan doa akhir tahun termasuk tradisi sufi yang biasa melakukan ibadah khusus, misalnya di musim kemarau atau di musim semi. Bagaimana kita menyikapinya?

Sementara itu, melansir buku yang berjudul Misteri Bulan Suro Perspektif Islam Jawa karya K H Muhammad Solikhin, berdasarkan pesan Ulama Izzuddin Abdussalam as-Syafi’i, seperti dinukil oleh Imam Abu Syamah, pelaksanaan kebaikan itu harus selalu mengikuti syariat Rasulullah SAW.

Baca Juga:
30 Kata-kata Tahun Baru Islam 2022 untuk Jadi Caption Status Medsos hingga Ucapan

Sehingga, doa akhir tahun dan awal tahun Islam tentunya bisa diamalkan dengan disertai keyakinan berasal dari hadits Nabi Muhammad SAW.

Seperti yang telah diketahui bersama, bahwa Tahun Baru Islam 2022 jatuh pada tanggal 1 Muharram 1444 Hijriah bertepatan dengan tanggal 30 Juli 2022.

Doa akhir tahun baru Islam bisa diamalkan untuk menyambut awal tahun baru Islam. Berikut ini adalah bacaan doa akhir tahun baru Islam yang perlu diperhatikan:

Doa Akhir Tahun Baru Islam

Dalam buku yang berjudul Doa Harian Pengetuk Pintu Langit terbitan Quanta, bacaan doa akhir tahun latin Indonesia yang bisa diamalkan adalah sebagai berikut:

Baca Juga:
Tahun Baru Islam 2022 Libur atau Tidak? Ini Keputusan SKB 3 Menteri

“Allahumma maa ‘amiltu min ‘amalin fii haadzihis sanati maa nahaitanii ‘anhu, wa lam atub minhu, wa halumta fiihaa ‘alayya bi fadhlika ba’da qudratika ‘alaa ‘uquubatii, wa da’autanii ilat-taubati min ba’di jaraa-atii ‘alaa ma’shiyatika. Fa innii istagfartuka, faghfirlii wa maa ‘amiltu fiihaa mimmaa tardhaa, wa wa’attanii ‘alaihitstsawaaba, fa as-aluka an tataqabbala minnii wa laa taqtha’ rajaa-ii minka yaa kariim”.

Leave a Reply

Your email address will not be published.